Rabu, 17 November 2010

Pergi Dan Menjauh

Berarak semua menjinjit tak terdengar langkah... Mencoba mendengar walau tak dapat mendengar.. Mencoba lupakan yang tak terlupakan.. Menjerit dalam hati.. Ku coba berlari, lelah, dan letih.. Berlari dan terus berlari.. Meneriakan semua kata yang tersimpan.. Pergi dari kenyataan.. Menjauh dari semua yang menjemukkan..

PERBEDAAN SYSTEM LIFE CYCLE (SLC) DENGAN SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE

System Life Cycle berbeda dengan System Development Life Cycle. System Life cycle adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design. Sedangkan system development cycle adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. System life cycle SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design. Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu : 1. Tahap Perencanaan 2. Tahap Analisis 3. Tahap Rancangan 4. Tahap Penerapan 5. Tahap Penggunaan Sedangkan SDLC merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: analisa (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance). Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle.

Kamis, 28 Oktober 2010

Sistem

# Mengapa Universitas merupakan suatu sistem hal ini dikarenakan elemen dari sistem semua terkandung di sebuah universitas diantaranya : 1. Tujuan Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda. 2. Masukan Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan). 3. Proses Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien. 4. Keluaran Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya. 5. Batas Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana. 6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan. 7. Lingkungan Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem. Universitas juga merupakan suatu sub sistem karena sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada ada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, universitas memiliki sistem dibawahnya seperti sistem untuk mengisi krs, dll.Universitas juga merupakan suatu supersistem karena tingkat universitas berada di atas sistem yang lain. # Setiap hari suatu perusahaan telepon metropolitan yang besar mencetak ribuan tagihan. Tagihan ini merupakan data dan informasi, tergantung pada sudut pandang sesorang. Merupakan data apabila dilihat dari segi pemanfaatannya, dan merupakan informasi apabila dilihat dari hasil yang diperoleh.

Selasa, 05 Oktober 2010

BAGAIMANA TEKNOLOGI INFORMASI MODERN MEMBERIKAN KONTRIBUSI PADA MAKIN SINGKATNYA BATAS WAKTU TRANSAKSI BISNIS SERTA CONTOHNYA

Teknologi informasi sekarang ini berkembang dengan pesat. Pemanfaatan teknologi informasi ini sekarang sudah mencapai berbagai macam bidang kehidupan masyarakat kita. Seseorang yang masih awam akan teknologi informasi akan di cap kuno, oleh karenanya pengenalan akan teknologi sekarang ini sudah tidak hanya oleh kalangan terpelajar saja, tapi anak-anak dan orang tua pun sekarang ini seolah-olah tidak mau ketinggalan terus mempelajari teknologi informasi yang ada. Teknologi informasi dibuat untuk memudahkan para penggunanya dalam mencatat suatu transaksi, menyimpannya dalam bentuk data, mentrasformasikannya menjadi informasi dan menyebarkannya kepada para pemakai informasi. Dalam dunia bisnis, teknologi informasi mempunyai dampak yang besar, misalnya suatu transaksi bisnis yang dicatat secara on-line akan diolah dan pada saat yang hampir bersamaan (real time) hasil pengolahan dan informasinya dapat dilihat, seperti yang lazim dilakukan nasabah Bank pada saat melakukan transaksi pada ATM. Pada saat informasi menjadi sangat penting dalam kegiatan bisnis, dengan dukungan teknologi informasi semakin menjadi mudah diperoleh tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Semua tahap operasi bisnis sekarang ini dilaksanakan secara lebih cepat daripada sebelumnya. Dengan adanya teknologi informasi modern, batas waktu untuk transaksi bisnis menjadi semakin singkat. Contoh yang nyata dalam kehidupan kita ini adalah para wiraniaga yang melakukan pemasaran melalui telepon (telemarketing), untuk menghubungi para pelanggan mereka dalam beberapa detik. Kemudian perintah penjualan dikirim secara elektronik dari satu komputer ke komputer yang lainnya dan pabrik membuat jadwal pengiriman material agar tiba tepat pada waktunya. Teknologi informasi saat ini sudah menjadi senjata atau alat dalam proses bisnis perusahaan yang dapat membuat aliran informasi berjalan secara cepat baik internal maupun eksternal. Teknologi informasi memiliki banyak peranan dalam membantu banyak manusia dalam memecahkan masalah. Diantaranya membantu manusia dalam meningkatkan produktifitas, meningkatkan efektifitas, meningkatkan efisiensi, meningkatkan mutu, meningkatkan kreatifitas, problem solving (pemecahan masalah). Teknologi informasi juga banyak membantu manusia dalam mengenali dan memecahkan masalah. Kegunaan utama teknologi informasi adalah membantu dalam pemecahan masalah dengan kreatifitas tinggi dan membantu manusia semakin efektif dalam memanfaatkannya. Tanggung jawab pemakai teknologi informasi akan memeberikan peran yang penting dalam memaksimalkan kinerja teknologi informasi.

Selasa, 20 Juli 2010

Kim Bum Datang ke Jakarta

Para penggemar Kim Bum di Indonesia siap-siap menanti kabar gembira...Kim Sang Bum atau akrab disapa Kim Bum pada bulan Agustus akan datang ke Indonesia. Kabarnya di Jakarta dia akan mengadakan jumpa fans dan konser. Jadi, para Kim Bum Mania siapkan anda menyambut pria tampan yang satu ini? Sebelum ke Jakarta dia akan mengadakan jumpa fans di Thailand. Makanya cepet dapetin tiket jumpa fansnya sekarang keburu kehabisan karena bakalan nyesel kalo kesempatan ini ga diambil kapan lagi ketemu Kim Bum. Sekali dalam seumur hidup (mungkin) dia akan ke Jakarta. Kamu bisa foto bareng Kim Bum dan dapet tanda tangannya langsung. Biasanya cuma liat di layar kaca sekarang bisa tatap muka langsung, kesempatan yang langka bukan...So, tunggu apa lagi...klik di sini buat keterangan lebih lanjut di sini http://www.asiangrup.com/index.php?option=com_content&task=view&id=404&Itemid=192..

Jumat, 04 Juni 2010

Proses Akuntansi Bank

PROSES AKUNTANSI BANK Proses akuntansi bank pada dasarnya sama dengan akuntansi umum, tetapi banyak diperlukan buku pembantu untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan atas seluruh transaksi yang terjadi dalam pada bank. Selain itu juga banyak dijumpai dokumen-dokumen dasar/formulir untuk mencatat setiap jenis transaki. Proses akuntansi bank tsb dapat diilustrasikan sbb: Transaksi hari tsb - laporan keuangan hari tsb - pengambilan keputusan - transaksi hari berikutnya Proses Akuntansi bank dapat dilakukan secara manual dan komputerisasi dengan alur yang berbeda. Perbedaan antara Proses Akuntansi secara Manual dan Komputerisasi Manual  Semua pekerjaan mulai dari proses pencatatan hingga pengikhtisaran dilakukan oleh tangan manusia.  Unsur manusia memegang peranan penting dalam menjalankan proses akuntansi.  Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan keuangan merupakan hal yang kritis.  Perlu pemisahan antara petugas yang menyiapkan buku harian, jurnal, dan buku besar. Komputerisasi  Hanya melibatkan proses dengan tangan manusia dalam kegiatan key-in (mencatat dokumen bisnis) ke dalam komputer.  Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan terjamin oleh komputer.  Unsur yang paling kritis adalah program komputer yang digunakan dalam memproses kegiatan akuntansi. SISTEM REKENING PADA BANK Sistem penomoran rekening harus dapat mencerminkan nama cabang bank yang bersangkutan, jenis rekening, nomor buku besarnya, dan nomor rekening nasabah yang bersangkutan. Dalam setiap kelompok digit dapat ditampilkan kode-kode tertentu yang lebih memberikan informasi yang tepat, sebagai contoh 3 digit kedua untuk jenis rekening giro. Dua digit pertama memberikan kode kelompok giro, sedangkan satu digit terakhir memberikan kode pemilikan, misalnya badan usaha, perorangan, dsb. DATABASE DALAM KOMPUTER  Database dalam bank merupakan sarana penyimpanan beragam files atau arsip yang dapat dikomunikasikan satu sama lain.  Database yang cocok dan baik untuk dipelihara dan memiliki oleh suatu bank adalah Relational Database.  Database yang ada dalam suatu bank dapat disajikan sesuai dengan kehendak manajemen dalam ad-hoc reports. Macamnya data dan banyaknya data yang hendak disajikan harus dapat dimanipulasi oleh si pemakai database. Arsip-arsip yang akan dimanipulir tersebut akan diakses melalui Database Management Software (DBMS), dan berfungsi sebagai perantara antara pemakai dan seluruh arsip yang akan diakses.

Selasa, 01 Juni 2010

AKUNTANSI KOMITMEN DAN KONTIJENSI

Komitmen dan kontinjensi (off balance sheet items) menggambarkan posisi keuangan bank secara wajar. Komitmen dan kontinjensi merupakan transaksi yang belum mengubah posisi aktiva dan pasiva bank pada tanggal laporan, tetapi harus dilaksanakan oleh bank apabila persyaratan yang disepakati dengan nasabah terpenuhi. Komitmen dan kontinjensi dapat terdiri atas komitmen dan kontinjensi yang bersifat sebagai tagihan bank serta komitmen dan kontinjensi yang bersifat sebagai kewajiban bank. Komitmen dan kontinjensi tersebut dapat dalam mata uang Rupiah atau mata uang asing. 1. Komitmen Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Jenis komitmen keuangan yang lazim antara lain sebagai berikut: a. Fasilitas Pinjaman yang Diterima adalah fasilitas pinjaman yang diterima oleh bank dari bank atau pihak lain dan belum digunakan pada tanggal laporan. Fasilitas pinjaman yang diterima disajikan sebesar sisa fasilitas yang belum ditarik oleh bank. b. Fasilitas kredit yang diberikan adalah fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank untuk diberikan kepada nasabah dan masih berlaku untuk digunakan oleh nasabah. Fasilitas kredit yang diberikan disajikan sebesar sisa komitmen yang belum ditarik. c. Kewajiban pembelian kembali aktiva bank yang dijual dengan syarat Repo adalah kewajiban bank untuk membeli kembali aktiva bank pada waktu tertentu yang diperjanjikan. Kewajiban tersebut disajikan sebesar harga pembelian yang disepakati bank dengan nasabah. d. L/C yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) yang masih berjalan adalah jaminan dalam bentuk penerbitan L/C yang tidak dapat dibatalkan dalam rangka impor dan ekspor atau lalu lintas perdagangan. L/C tersebut disajikan sebesar sisa jumlah L/C yang belum direalisasi. e. Akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka yaitu pemberian jaminan dalam bentuk penandatanganan terhadap wesel-wesel impor atas dasar L/C berjangka. Akseptasi wesel tersebut disajikan sebesar nilai nominal wesel yang diaksep. f. Transaksi valuta asing tunai (spot) yang belum diselesaikan adalah jumlah transaksi valuta asing tunai yang masih belum diselesaikan pada tanggal laporan. Transaksi tersebut wajib dilaporkan dalam Laporan Komitmen dan Kontinjensi dan dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal laporan. g. Transaksi Valuta Asing Berjangka (forward/future): i. Saldo tagihan atau kewajiban yang timbul dari transaksi valuta asing berjangka wajib dilaporkan dalam laporan komitmen dan kontinjensi dan dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal laporan. ii. Hal-hal di bawah ini wajib diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan: * Besarnya nilai kontrak berjangka jual dan beli dalam masing – masing mata uang asing. * Rata-rata jangka waktu kontrak. Besarnya taksiran kerugian karena transaksi valuta berjangka dalam rangka trading. Taksiran kerugian tersebut merupakan selisih antara kurs berjangka yang diperjanjikan dengan kurs tunai pada tanggal neraca. 2. Kontinjensi Kontinjensi adalah tagihan atau kewajiban bank yang timbulnya tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang. Jenis tagihan atau kewajiban kontinjen lazim dewasa ini antara lain seperti di bawah ini. a. Garansi bank adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diterima atau diberikan oleh bank yang mengakibatkan pembayaran kepada pihak yang menerima jaminan apabila pihak yang dijamin bank cidera janji.